Struk GoPay masuk. Notifikasi transfer BCA masuk. Konfirmasi order Tokopedia masuk. Semua terbaca, semua dilupakan, dan tidak satu pun masuk ke catatan keuanganmu.
Kamu tahu rasanya — data itu ada, semuanya tersimpan rapi di inbox. Tapi antara membuka spreadsheet dan menyalin angka satu per satu, selalu ada satu langkah yang terlalu banyak. Pencatatan keuangan dari email akhirnya tidak pernah terjadi.
SpendyMail hadir untuk memotong langkah itu sepenuhnya. Catat pengeluaran dari email sekarang semudah forward, tidak perlu buka app lain, tidak perlu ketik ulang angka, tidak perlu ingat-ingat tadi beli apa.
Di artikel ini, kamu akan tahu persis bagaimana cara kerjanya, email apa saja yang bisa dikirim, dan kenapa ini bisa menjadi perubahan terbesar dalam rutinitas keuanganmu tahun ini.
Inbox-mu penuh data pengeluaran yang belum tercatat. SpendyMail bisa langsung menghubungkan keduanya. Cari @spendy_id_bot di Telegram, aktifkan SpendyMail, dan mulai hari ini.
Kenapa Catat Pengeluaran dari Email Selalu Berakhir Tidak Tercatat#
Setiap orang Indonesia yang aktif belanja online punya rata-rata 5 sampai 10 email transaksi masuk per minggu. Struk digital catat pengeluaran sebenarnya sudah ada: notifikasi GoPay setelah bayar GoFood, email konfirmasi Shopee setelah checkout, pemberitahuan transfer dari BCA setelah bayar tagihan.
Semuanya sudah di inbox. Tapi hampir tidak ada yang masuk ke catatan keuangan.
Kenapa? Karena prosesnya terlalu banyak langkah hanya untuk satu transaksi:
- Buka email
- Baca dan catat angkanya
- Buka spreadsheet atau aplikasi
- Ketik ulang
- Pilih kategori
- Simpan
Enam langkah per transaksi. Kalau kamu punya 30 transaksi per bulan, itu 180 langkah yang harus dilakukan secara sadar, di luar semua kesibukan hari-hari yang lain. Satu langkah yang terlalu banyak sudah cukup untuk membuat sistem pencatatan berhenti sepenuhnya.
SpendyMail: Catat Pengeluaran dari Email Tanpa Ketik Ulang#
SpendyMail mengubah email transaksimu menjadi data keuangan yang terstruktur, secara otomatis, tanpa kamu perlu melakukan apa-apa setelah setup awal.
Cara kerjanya sederhana. Setelah mendaftar SpendyBot, kamu mendapat satu alamat email pribadi yang unik milikmu saja — formatnya seperti kode acak @in.spendybot.com. Forward satu email transaksi ke sana, dan dalam hitungan detik data itu sudah masuk ke Google Sheets-mu.
SpendyMail membaca isi email, mengekstrak informasi yang relevan — jumlah, merchant, metode pembayaran, tanggal — lalu menyimpannya sebagai baris baru di spreadsheet yang sama dengan catatan Telegram-mu. Tidak ada yang perlu kamu ketik ulang atau kategorikan secara manual. Inilah yang membuat catat transaksi email Google Sheets bisa berjalan sepenuhnya otomatis, tanpa sentuhan tangan sama sekali.
Untuk setup yang lebih mulus, kamu bisa mengatur auto-forward di Gmail. Artinya setiap kali email konfirmasi GoPay atau notifikasi transfer BCA masuk, Gmail langsung meneruskannya ke SpendyMail secara otomatis. Kamu tidak perlu ingat untuk forward setiap kali. Proses forward struk email otomatis berjalan di latar belakang tanpa interaksi apapun dari kamu.
Email Apa Saja yang Bisa Dikirim ke SpendyMail?#
SpendyMail dirancang untuk memahami berbagai format email transaksi yang umum di Indonesia:
E-commerce dan marketplace
- Konfirmasi order Tokopedia dan Shopee
- Notifikasi pengiriman dan pembayaran Lazada
- Invoice dari platform digital lainnya
Dompet digital
- Notifikasi transaksi GoPay, OVO, DANA, dan ShopeePay
- Konfirmasi top-up dan pembayaran
- Riwayat transfer antar sesama pengguna
Perbankan
- Notifikasi transfer BCA, Mandiri, BNI
- Konfirmasi pembayaran tagihan via mobile banking
- Alert transaksi kartu debit dan kredit
Pembayaran QRIS
- Konfirmasi pembayaran QRIS dari berbagai merchant
- Struk digital dari kasir minimarket dan restoran
Tagihan dan langganan
- Invoice PLN, Indihome, dan utilitas lainnya
- Tagihan Spotify, Netflix, dan layanan berlangganan
Satu catatan penting: email promosi, newsletter, dan iklan dilewati otomatis. SpendyMail hanya memproses email yang mengandung informasi transaksi nyata, jadi inboxmu tidak perlu dikurasi dulu sebelum di-forward.
Yang Bikin Pencatatan Keuangan dari Email Ini Berbeda#
Banyak aplikasi keuangan menawarkan integrasi email. Tapi ada beberapa hal di SpendyMail yang tidak bisa kamu temukan di tempat lain.
Deteksi refund otomatis. Kalau kamu menerima email pembatalan order, pengembalian dana, atau chargeback, SpendyMail menandainya sebagai refund, bukan sebagai pengeluaran baru. Data keuanganmu tetap akurat tanpa kamu perlu koreksi manual.
Pemahaman format Indonesia. SpendyMail terlatih mengenali format angka yang umum dipakai di Indonesia: "50k", "Rp 17.000,00", "IDR 25,000", "50rb", semuanya dikonversi dengan benar. Tidak ada salah baca angka karena format yang tidak dikenali.
Data tetap di Google Sheets milikmu. Berbeda dari aplikasi yang menyimpan datamu di server mereka, SpendyMail hanya memproses dan meneruskan. Semua data akhir tersimpan di Google Sheets akun Googlemu sendiri. SpendyBot tidak menyimpan email yang kamu kirimkan.
Notifikasi transfer otomatis tercatat bersama input Telegram. Catatan dari SpendyMail dan catatan dari chat Telegram masuk ke sheet yang sama. Kamu tidak perlu rekonsiliasi dari dua sumber berbeda, semuanya sudah dalam satu tempat, dengan format yang konsisten.
Sudah pakai SpendyBot untuk catat via Telegram? SpendyMail melengkapinya. Sekarang transaksi yang tidak sempat dichat pun tertangkap otomatis dari inbox. Aktifkan di @spendy_id_bot, gratis sepenuhnya.
Cara Setup SpendyMail: Panduan Lengkap dengan Gambar#
Setup SpendyMail tidak butuh lebih dari 5 menit. Ikuti langkah-langkah berikut secara berurutan.
Langkah 1: Dapatkan Alamat Email SpendyMail-mu#
Buka @spendy_id_bot di Telegram, lalu ketik /me. SpendyBot akan menampilkan alamat email SpendyMail pribadimu — formatnya berupa kode unik @in.spendybot.com. Salin alamat ini, kamu butuhnya di langkah berikutnya.

Langkah 2: Daftarkan Alamat SpendyMail di Gmail#
Buka Gmail, klik ikon roda gigi → See all settings → tab Forwarding and POP/IMAP. Di bagian "Forwarding", klik Add a forwarding address, lalu tempel alamat SpendyMail-mu tadi. Gmail akan mengirim email verifikasi ke SpendyBot.

Langkah 3: Verifikasi di SpendyBot Telegram#
Kembali ke Telegram. SpendyBot akan menerima email verifikasi dari Gmail berisi link konfirmasi. Klik link tersebut untuk menyelesaikan pendaftaran alamat forward.

Langkah 4: Buka Email Transaksi yang Ingin Difilter#
Kembali ke Gmail. Cari satu email dari pengirim yang sering mengirimkan notifikasi transaksi — misalnya GoPay, Tokopedia, atau bank-mu. Buka email tersebut.

Langkah 5: Pilih "Filter Email Like This"#
Di dalam email tersebut, klik ikon titik tiga (⋮) di pojok kanan atas, lalu pilih Filter email like this. Gmail akan membuka panel pembuatan filter dengan pengirim sudah terisi otomatis.

Langkah 6: Isi Kriteria Filter, Klik Create Filter#
Tambahkan kriteria sesuai kebutuhan — misalnya hanya email dari domain tertentu atau yang mengandung kata kunci tertentu. Setelah selesai, klik Create filter.

Langkah 7: Pilih Forward ke Alamat SpendyMail#
Di halaman aksi filter, centang Forward it to, lalu pilih alamat SpendyMail yang sudah kamu daftarkan tadi dari dropdown. Klik Create filter untuk menyimpan.

Langkah 8: Verifikasi Filter Sudah Aktif#
Buka Gmail Settings → Filters and Blocked Addresses. Kamu akan melihat filter yang baru dibuat sudah terdaftar dengan tujuan forward ke alamat SpendyMail-mu. Setup selesai.

Selesai: Transaksi Masuk, SpendyBot Langsung Memberi Tahu#
Sekarang tunggu transaksi berikutnya. Begitu email konfirmasi masuk ke Gmail, filter otomatis meneruskannya ke SpendyMail, dan SpendyBot langsung mengirim notifikasi ke Telegram-mu. Kamu bisa langsung edit jumlah, kategori, atau catatan — atau biarkan saja kalau sudah benar.

Ulangi langkah 4–7 untuk setiap pengirim lain yang ingin kamu tangkap otomatis: GoPay, OVO, Shopee, BCA, atau layanan lainnya.
Keamanan Data: Email Kamu Tidak Disimpan#
Ini pertanyaan yang wajar: kalau email finansialku dikirim ke SpendyMail, data itu disimpan di mana?
Jawaban singkatnya: tidak disimpan di SpendyBot.
SpendyMail memproses email yang masuk untuk mengekstrak informasi transaksi, lalu meneruskan data tersebut ke Google Sheets-mu. Setelah proses itu selesai, konten email tidak disimpan di sistem SpendyBot. Isi email, lampiran, dan detail lainnya tidak dipertahankan.
Yang tersimpan hanyalah data transaksi yang diekstrak, jumlah, merchant, tanggal, kategori, di Google Sheets akun Google-mu sendiri. Bukan di server SpendyBot.
Ini berarti kontrol data ada di tanganmu. Kalau kamu hapus baris di Google Sheets, data itu hilang. SpendyBot tidak punya salinannya.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang SpendyMail#
Apakah SpendyMail gratis? Ya. SpendyMail adalah fitur gratis di SpendyBot. Tidak ada biaya bulanan atau limit jumlah email yang bisa diproses.
Email apa yang tidak bisa diproses SpendyMail? Email yang tidak mengandung informasi transaksi, newsletter, promosi, OTP, email umum, akan diabaikan otomatis. SpendyMail hanya memproses email yang terdeteksi sebagai notifikasi transaksi keuangan.
Bagaimana kalau satu email berisi beberapa transaksi? SpendyMail berusaha mengekstrak transaksi utama dari email. Untuk email yang sangat kompleks dengan banyak item (misalnya email rekening koran dengan puluhan baris), hasil parsing mungkin tidak sempurna, dalam kasus ini, input manual via Telegram tetap tersedia sebagai pelengkap.
Apa yang terjadi kalau email refund masuk? SpendyMail mendeteksi pola pembatalan dan pengembalian dana (kata-kata seperti "refund", "reversal", "cancelled") dan menandai transaksi tersebut sebagai refund, bukan pengeluaran. Data keuanganmu tetap akurat.
Apakah perlu install aplikasi tambahan? Tidak. SpendyMail sepenuhnya berbasis email dan Telegram. Tidak ada aplikasi baru yang perlu diinstall.
Bisa dipakai bersamaan dengan pencatatan via Telegram? Ya, dan ini cara penggunaan yang disarankan. Transaksi yang kamu ingat langsung dichat ke SpendyBot via Telegram. Transaksi yang muncul sebagai email, struk belanja online, notifikasi bank, tagihan, ditangkap SpendyMail secara otomatis. Keduanya masuk ke sheet yang sama.
Inbox-mu Sudah Penuh Data. Tinggal Hubungkan.#
Selama ini kamu sudah mencatat semua pengeluaranmu, hanya saja catatannya tersebar di inbox, bukan di spreadsheet.
SpendyMail adalah jembatan antara keduanya. Tidak ada yang perlu diubah dari cara kamu belanja atau bertransaksi. Tidak ada aplikasi baru yang perlu dipelajari. Kamu tinggal forward, atau biarkan Gmail yang forward otomatis, dan data mengalir ke Google Sheets-mu sendiri.
Catat pengeluaran dari email yang tadinya butuh 20 menit per malam sekarang butuh 0 menit. Karena Spendy yang urus.
Mulai sekarang:
- Buka Telegram
- Cari @spendy_id_bot
- Aktifkan SpendyMail, dapat alamat email pribadimu
- Setup auto-forward Gmail, selesai
Satu bulan dari sekarang, kamu akan punya catatan keuangan yang lebih lengkap dari sebelumnya, tanpa kerja ekstra.
Kalau kamu belum familiar dengan cara catat pengeluaran harian via bot Telegram, baca dulu panduannya, SpendyMail adalah pelengkap yang bekerja paling baik bersama pencatatan Telegram. Dan kalau kamu ingin memahami kenapa Google Sheets tetap jadi pilihan terbaik untuk data keuangan pribadi, kami punya penjelasan lengkapnya juga.
Aktifkan SpendyMail gratis sekarang. Cari @spendy_id_bot di Telegram. Setup 5 menit, manfaatnya seumur hidup.
